Terimakasih telah berkunjung ke forum Kediri. Untuk masuk sebagai member silahkan daftar dulu dengan memasukkan email dan password( dikolom bawah ini).
Pendaftaran ini tanpa konfirmasi email, kami hargai waktu anda.

Jika anda sebagai member silahkan LOGIN.



 
IndeksPencarianFAQPendaftaranLogin
Latest topics
WAH SUDAH LAKU 50rb/2bulan call: 085649003001 murah GAN
Photobucket

LAPTOP, CCTV, DVR & KOMPUTER

laptop, komputer,Instalasi CCTV,hardisk, LCD led, Sparepart komptr..hub. 085649003001



TANAH + BANGUNAN

JUAL CEPAT , Balowerti II/42b KDR ,cocok untuk Rumah tinggal /gudang/parkir luas SHM L=415m2, Hub.: Bu IS 085856800900


PASANG IKLAN 50RB; 2 BULAN TAMPIL DISINI..BIAR "WAH SUDAH LAKU "


Photobucket




Share | 
 

 Prita di tahan karena ini..

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
wahyu



Posting : 58
Location : lombok
Points : 3256
Reputasi : 7
Join date: : 14.01.09

PostSubyek: Prita di tahan karena ini..   Wed 03 Jun 2009, 2:30 pm

Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan
title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter
maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami
kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008
jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala
datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut
berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli
kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu
dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000
dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan
ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr
I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama
dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya
meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini.
Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya
menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam
berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan
bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil
lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan
instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan
yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama
dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat
khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi
saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya
saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter
profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada
keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta
keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan
suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya.
Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak
ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta hentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun,dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan
suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter
pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter
tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan
obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit
apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan
berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa
demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus
sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak
napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun
hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami
pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk
diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji
selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak
saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab
awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang
dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin
parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah
mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan
kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat
mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini
dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja.
dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang
memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher
kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat.
Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS
lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya
dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam
catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya
lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak
ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah
hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot
untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan
bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah
181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan
marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000
tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung
dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya
mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh
Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam
tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya
benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak
ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh
tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam
kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og
(Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan
diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi
dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya
meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya
adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini
padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan
dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini
tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik.
Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M
informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen,
dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan
ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4
sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam
kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini
menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit
gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang
dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan
kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS
Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan
sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga
mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS
yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi
sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS
Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke
perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi
datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang
rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni
memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai
penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru
mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan
ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon
dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas
nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan
sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan
alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan
waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas
surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni
pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada
sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan
standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr
G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami
saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca
isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen
hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak
disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan
dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan
kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa
saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin
tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja
supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah
beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab
saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat
inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya
tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya
dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan
asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya
semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari
keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan
direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah
terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya
masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya
mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek
dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila
terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan
hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia
dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah
mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan
hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali
bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu
saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi
seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat
mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau
dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M,
dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya
tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis
dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
Kembali Ke Atas Go down
masfack
Admin
Admin
avatar

Posting : 251
Location : jangan ntar ketahuan pacar
Points : 3560
Reputasi : 7
Join date: : 04.09.08

PostSubyek: Re: Prita di tahan karena ini..   Wed 03 Jun 2009, 2:58 pm

Jakarta - Kasus Prita Mulyasari yang ditahan gara-gara
dituduh mencemarkan nama baik RS OMNI International mencengangkan
banyak pihak. Bahkan anggota DPR Tjahjo Kumolo menyebut kasus itu suatu
bentuk arogansi oleh lembaga pelayan masyarakat.

"Kalau
sebuah lembaga yang melayani masyarakat (RS OMNI International) arogan,
tidak mau menerima kritik atau saran. Saya kira ini harus kita tinjau
kembali fungsi kemasyarakatannya," ujar anggota DPR FPDIP, Tjahjo
Kumolo di LP Wanita Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Rabu
(3/6/2009).

Menurut Tjahjo, semua bentuk pelayanan kepada
masyarakat apakah itu swasta maupun pemerintah seharusnya memberikan
pelayanan terbaik untuk masyarakat. Baik yang mampu maupun tidak, baik
pejabat maupun masyarakat umum.

Sementara itu, ketika disinggung
soal kemungkinan akan dilakukannya revisi pasal 27 UU Informasi dan
Transaksi Elektronik (UU ITE), Tjahjo menyatakan hal tersebut perlu
dilakukan.

"Perlu, ada pembahasan ulang untuk merubah UU. Tapi
semuanya perlu proses, UU kan kompleks, saling berkaitan," kata pria
yang datang menggunakan baju batik tersebut.

Tjahjo sendiri
datang ke LP Wanita terkait rencana kedatangan calon presiden Megawati
Soekarno Putri ke tempat tersebut. Direncanakan Mega akan tiba di
lokasi sekitar pukul 14.30 WIB dan akan berdialog dengan Prita.
Kembali Ke Atas Go down
http://kediri.forum8.biz
Indah



Posting : 78
Location : kediri
Points : 3293
Reputasi : 6
Join date: : 10.02.09

PostSubyek: Re: Prita di tahan karena ini..   Wed 03 Jun 2009, 3:40 pm

hah..kasian ya...tapi bgga ku baca nya panjang bener
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Prita di tahan karena ini..   

Kembali Ke Atas Go down
 
Prita di tahan karena ini..
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: kediri's Cafe :: OOT ( Out off Topic ) :: Curahan HAti-
Navigasi: