Terimakasih telah berkunjung ke forum Kediri. Untuk masuk sebagai member silahkan daftar dulu dengan memasukkan email dan password( dikolom bawah ini).
Pendaftaran ini tanpa konfirmasi email, kami hargai waktu anda.

Jika anda sebagai member silahkan LOGIN.



 
IndeksPencarianFAQPendaftaranLogin
Latest topics
WAH SUDAH LAKU 50rb/2bulan call: 085649003001 murah GAN
Photobucket

LAPTOP, CCTV, DVR & KOMPUTER

laptop, komputer,Instalasi CCTV,hardisk, LCD led, Sparepart komptr..hub. 085649003001



TANAH + BANGUNAN

JUAL CEPAT , Balowerti II/42b KDR ,cocok untuk Rumah tinggal /gudang/parkir luas SHM L=415m2, Hub.: Bu IS 085856800900


PASANG IKLAN 50RB; 2 BULAN TAMPIL DISINI..BIAR "WAH SUDAH LAKU "


Photobucket




Share | 
 

 makan pedas dan asam saat hamil??

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Indah



Posting : 78
Location : kediri
Points : 2946
Reputasi : 6
Join date: : 10.02.09

PostSubyek: makan pedas dan asam saat hamil??   Sat 28 Feb 2009, 3:58 pm

Jawabannya adalah Boleh, yang terpenting, pandai-pandailah menilai
batas kemampuan diri asa asam konon membuat makanan jadi terasa
menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk
atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan
semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan
tersebut.
Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam
yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk
mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di
mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas.

Ginekolog dari Klinik SamMarie, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Drajat M. Sastrawikarta, Sp.OG., menyebutkan, dalam buku-buku medis ilmu kandungan dan kebidanan, selintas memang disebutkan fase yang dinamakan ngidam/nyidam. Ngidam,
kata Drajat, merupakan keinginan ibu hamil untuk menyantap sesuatu.
Akan tetapi keinginan tersebut kadang berkembang tak wajar. Contohnya,
tidak apa-apa bila ibu hamil ingin makan buah kecapi yang asam. Menjadi
tidak wajar bila permintaan tersebut muncul saat bukan musim kecapi.
Sementara pohon kecapi sendiri, di Jakarta misalnya, sudah termasuk
pohon langka.
PENGARUH KULTUR
Diakui Drajat, memang tidak semua ibu hamil melewati kehamilannya dengan ngidam. Kalaupun ngidam,
belum tentu muncul keinginan “dramatis” untuk melahap makanan yang
bercitarasa asam dan pedas. Namun demikian, di Indonesia memang banyak
penggemar makanan yang rasanya merangsang ini. Mengenai penyebab pasti
mengapa selera akan makanan asam dan pedas meningkat di masa kehamilan,
menurut Drajat amat sulit dijawab. Sejauh ini memang tidak ada satu
teori atau buku pun yang menjelaskan mengapa demikian.
Drajat menduga, di usia kehamilan muda, kegemaran makan makanan yang
asam dan pedas lebih merupakan upaya ibu menghilangkan keluhan mualnya.
Meski lagi-lagi belum ada penelitian ke arah sana, tapi menurut Drajat
hal ini bisa dibenarkan. Asumsinya, masyarakat kita secara
turun-temurun menganggap makanan bercitarasa asam dan pedas bisa
menghilangkan rasa mual. Tak heran kalau ketika hamil seorang ibu jadi
menyukai rasa pedas dan asam, meski semula ia tidak seperti itu.
Contohnya, kata Drajat, ketika bepergian jauh, banyak yang membawa
jeruk sebagai bekalnya. Kalau tidak, ada yang menyarankan mabuk
perjalanan diatasi dengan minum rebusan asam jawa. Keduanya yang sama-
sama memiliki rasa asam diyakini bisa berfungsi sebagai obat
antimual. Hal serupa juga berlaku untuk makanan yang bercita rasa
pedas. Saat kita merasa mual di ulu hati seperti ingin muntah, lekaslah
makan makanan yang pedas. Niscaya keinginan muntah bakal hilang dengan
sendirinya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri.
BELAJAR MENAHAN NAFSU
Yang ditekankan oleh Drajat, yaitu pentingnya membatasi konsumsi
makanan pedas dan asam. Mengapa? Semata-mata untuk menjaga agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ibu mengalami diare
yang bisa berlanjut menjadi gangguan dehidrasi sehingga membahayakan
kehamilannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan lazimnya menimbulkan
dampak negatif?
Makan rujak 4 kali sehari, masing-masing dengan 20 cabe per porsi,
jelas berlebihan dong. Namun lagi-lagi Drajat mengaku tak bisa
menjelaskannya secara konkret mengenai batasan ini karena sifatnya
memang sangat individual alias tak pernah sama. Oleh karena itu, agar
kehamilan berjalan sehat dan nyaman, kenali diri sendiri.
Kalaupun ibu sudah akrab dengan makanan pedas sejak sebelum hamil,
tak ada salahnya mengurangi “kualitas” pedasnya semata-mata demi
menjaga sistem pencernaan dan janinnya. Nah, dengan pandai mengatur
dorongan yang berlebihan, kesukaan mengonsumsi makanan pedas tetap
boleh berlanjut tanpa harus mengundang risiko. Hal serupa juga berlaku
juga untuk makanan dan minuman yang asam. Terlalu banyak mengonsumsi
makanan/minuman yang asam juga akan membuat lambung tak nyaman. Bahkan
bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam
itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Terutama
bagi mereka yang sebelumnya sudah menderita gangguan mag.
PENTINGNYA EDUKASI
Drajat sendiri tak mempermasalahkan kebiasaan ibu-ibu hamil
mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam. “Sepanjang
kebiasaan tersebut tidak merugikan diri si ibu dan lingkungan, menurut
saya pribadi ya biarkan saja. Apalagi setahu saya tidak ada
kontraindikasi makanan dan minuman seperti ini dengan kehamilan.”
Sayangnya, tidak sedikit ibu hamil yang hanya mengikuti dorongan
nafsunya dan menyampingkan akal sehat. Untuk bisa memberikan pemahaman
akan pola makan dan minum yang baik kadang bukan perkara mudah.
Dituntut kesabaran dari sang suami dan anggota keluarga lainnya untuk
menyampaikan misi edukatifnya. Jika tak berhasil juga, lebih baik minta
bantuan dokter untuk menjelaskan. Bukankah umumnya ibu hamil mau
mendengarkan apa yang dikatakan dokternya.
Drajat juga mengingatkan agar ibu-ibu hamil mewaspadai mitos-mitos
yang kebenarannya diragukan. Di antaranya makan asam, terutama cuka,
bisa membuat rahim mengerut. Padahal, tukasnya, “Kalau memang benar
demikian, seharusnya bukan rahim saja yang mengalami pengerutan,
melainkan seluruh organ tubuh ibu. Karena apa yang dimakan akan diserap
oleh seluruh tubuh.”
Begitu juga dengan anjuran jangan banyak menyantap makanan yang
pedas jika tak ingin anaknya nakal. Anjuran tersebut ada benarnya
sebagian, “Tapi kalau dikait-kaitkan dengan kenakalan anak, dari mana
kesimpulan tersebut didapat?” ujarnya balik bertanya.
Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/nakita
Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.

Fakta: Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu.
Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal
dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah.
Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung
bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan
dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.
Makanan yang “berat”, kaya bumbu dan pedas lebih baik dihindari ibu
hamil karena justru akan mengaktifkan kerja usus jadi berlebihan hingga
menimbulkan penyakit lain seperti diare. Selain berpeluang menginduksi
rahim yang akan memperparah ancaman keguguran.
Untuk mengantisipasi morning sickness (ngidam, pusing, rasa panas di perut, mual dan muntah-muntah ) , berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
* Perhatikan dan pilihlah menu makanan yang baik.
* Jangan lupa untuk banyak minum.
* Jangan makan terlalu kenyang sekaligus. Lebih baik sering, tapi porsinya kecil atau sedikit demi sedikit.
* Hindari makanan pedas dan berbumbu tajam/merangsang. Jenis makanan ini justru akan memicu rasa mual.
Kembali Ke Atas Go down
 
makan pedas dan asam saat hamil??
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» 7 Larangan Setelah Makan
» Saat Ujian
» Tips Berkendara Saat Malam Hari
» HELPP!! Motor ga bisa distarter saat masuk gigi
» rpm normal ninin saat dipanasin atau posisi diam brp ?

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: KEDIRi Serba-serbi :: Kesehatan dan pola hidup-
Navigasi: