Terimakasih telah berkunjung ke forum Kediri. Untuk masuk sebagai member silahkan daftar dulu dengan memasukkan email dan password( dikolom bawah ini).
Pendaftaran ini tanpa konfirmasi email, kami hargai waktu anda.

Jika anda sebagai member silahkan LOGIN.



 
IndeksPencarianFAQPendaftaranLogin
Latest topics
WAH SUDAH LAKU 50rb/2bulan call: 085649003001 murah GAN
Photobucket

LAPTOP, CCTV, DVR & KOMPUTER

laptop, komputer,Instalasi CCTV,hardisk, LCD led, Sparepart komptr..hub. 085649003001



TANAH + BANGUNAN

JUAL CEPAT , Balowerti II/42b KDR ,cocok untuk Rumah tinggal /gudang/parkir luas SHM L=415m2, Hub.: Bu IS 085856800900


PASANG IKLAN 50RB; 2 BULAN TAMPIL DISINI..BIAR "WAH SUDAH LAKU "


Photobucket




Share | 
 

 istri hamil jangan bengong

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Indah



Posting : 78
Location : kediri
Points : 2941
Reputasi : 6
Join date: : 10.02.09

PostSubyek: istri hamil jangan bengong   Sat 28 Feb 2009, 3:54 pm

Ketika seorang ibu mengandung janin dalam rahimnya, benarkah hanya
sang ibu yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sang janin?
Tentu tidak. Allah telah menentukan keberadaan nyawa si janin atas
usaha dari dua manusia, ibu dan ayahnya. Kepada mereka berdualah Allah
menitipkan amanat yang sangat berat itu. Sayangnya, lebih banyak ayah
yang kurang menyadari tanggung jawabnya selama kurun waktu kehamilan
tersebut. Penyebab utamanya, karena mereka tak mengalami beban itu
secara langsung.


Jadilah selama sembilan bulan dalam kandungan ibu, janin sebenarnya
lebih banyak yatim secara psikologis, karena tak mendapat perhatian
dari ayahnya. Setelah si orok terlahir, dapat dilihat mata, dapat
dipeluk dan dicium, barulah tumbuh kesadaran suami bahwa ia adalah
seorang ayah! Sungguh, sebuah kesadaran yang terlambat. Dan yang rugi
bukan saja si janin, tapi juga ayahnya. Berikut di antara kewajiban
ayah terhadap calon bayinya.
Kebutuhan Fisik
Orang tua tak boleh meremehkan faktor pemenuhan kebutuhan fisik
janin. Pertumbuhan sel-sel otak, kualitas pertumbuhan badan serta
tulang, sudah mulai ditentukan semenjak masa janin. Jangan sampai orang
tua menyesal kemudian, saat menemui rendahnya kualitas pertumbuhan
bayinya gara-gara lalai mempertahankan kebutuhan gizi di masa ini.
Secara kuantitas saja, ibu perlu makan lebih banyak dari biasanya
untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Belum lagi masalah
kualitas, di mana makanan yang masuk harus cukup kandungan protein,
vitamin, serta zat-zat gizi lainnya. Dan kewajiban ayahlah untuk
menyediakan semua kebutuhan pangan ibu demi pertumbuhan janin tersebut.
Ayah harus rela memberikan kebutuhan ini, walau itu berarti ia harus
menyediakan makanan berkualitas bagi istrinya dua kali lebih banyak
dari biasanya. Jika hanya ada sepotong, tak ada salahnya ayah mengalah
untuk memberikannya kepada ibu, karena akan bermanfaat untuk dua orang.
Jangan pula lupa memberikan kebutuhan tambahan vitamin, penambah darah,
serta kalsium bagi ibu. Ayah yang bijaksana akan rajin mengontrol pola
makan ibu hamil, menyediakan makanan ekstra berkualitas dan memberikan
motivasi kepada istrinya untuk rajin mengkonsumsi makanan-makanan
bergizi tersebut.
Kasih Sayang dan Perhatian
Penelitian membuktikan, janin dalam kandungan sudah bisa merasakan
sentuhan kasih sayang orang tua yang mengelus perut bundanya. Ia pun
dapat menikmati suara lembut penuh kasih yang diperdengarkan orang
tuanya di dekat perut ibu. Para ahli mengatakan, kelak setelah lahir,
bayi akan lebih aktif merespons jenis suara yang kerap ia dengar semasa
dalam rahim tersebut.
Memang, sentuhan kasih sayang dari ibu sudah cukup memenuhi
kebutuhan kasih sayang bagi si janin. Namun penting diingat, bahwa
untuk bisa memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada janinnya,
si ibu membutuhkan suasana kejiwaan yang tenang dan bahagia. Ibu yang
tertekan dan stres tak akan bisa memberikan perhatian dan kasih
sayangnya secara optimal kepada janin. Di sinilah suami akan mengambil
peran besar dalam turut menjaga kesehatan kejiwaan istrinya agar tetap
stabil, tenang, dan bahagia. Sebagai orang terdekat yang menjadi
belahan jiwa bagi istri, ia bisa menjadi penentu kesehatan jiwa si
istri.
Suami harus bisa memberikan perhatian penuh kepada masalah kehamilan
istrinya. Misalnya saling berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi
pekan demi pekan, bersama-sama mencari informasi mengenai kehamilan dan
pendidikan anak dari media cetak maupun dengan bertukar pengalaman,
menemani istri memeriksakan kehamilan setiap bulan, mendiskusikan
rencana-rencana ke depan bagi calon bayi, hingga menyempatkan diri
secara rutin mengelus perut istrinya sambil mengucapkan kalimat kasih
sayang.
Akan lebih baik jika suami memberikan hak-hak istimewa kepada
istrinya semasa hamil. Bukankah istrinya sedang mengalami perjuangan
berat demi keluarga mereka? Suami bisa memilihkan hak-hak istimewa yang
mendukung perkembangan kesehatan janin. Misalnya, dengan memberikan
makanan ekstra bergizi, memberikan uang belanja tambahan, atau
membelikan sebanyak mungkin buku dan majalah yang memuat informasi
mengenai kehamilan dan pendidikan anak.
Hal lain yang penting diingat, bahwa dalam proses kehamilan terjadi
perubahan kadar hormon yang bisa memberikan pengaruh besar pada
kebanyakan wanita hamil, di mana emosi mereka menjadi lebih labil.
Ditambah lagi dengan beban fisik yang tak ringan, wajar jika mereka
lebih banyak membutuhkan perhatian dibanding sebelum hamil. Begitu
beratnya beban yang harus ditanggung ibu hamil, sampai Allah berkenan
memfirmankannya dalam kitab suci al-Qur’an, surat Luqman:14, “…Ibunya
mengandung dalam keadaan lemah dan semakin lemah…
Pendidikan
Pendidikan sudah bisa diterima manusia semenjak masih dalam
kandungan. Ayah dan ibu punya kewajiban sama untuk memberikan
pendidikan ini. Karena janin berusia tujuh bulan sudah mulai terangsang
mendengar suara-suara di sekitar perut ibu, maka orang tua bisa
memperdengarkan sesuatu untuknya. Memperdengarkan alunan ayat-ayat suci
al-Qur’an adalah pilihan yang baik. Dan jika tak ada tape recorder yang
bisa dilekatkan ke perut ibu, maka ayah dan ibu bisa bergantian untuk
mengaji dengan suara keras di dekat perut ibu!
Suara-suara lembut yang mengasah rasa keindahan, merangsang
pertumbuhan otak dan kecerdasan, juga diupayakan sering diperdengarkan
kepada si janin.
Proses Kelahiran
Suami yang bertanggung jawab pun tak akan kalah repot dan tegangnya
dalam mempersiapkan saat-saat kelahiran janin, dibanding sang istri.
Banyak sekali yang harus dilakukan suami untuk mempersiapkan masa
genting ini, seperti menyediakan biaya persalinan, kebutuhan hidup
calon bayi, pemulihan kesehatan ibu, hingga persiapan aqiqah calon bayi.
Selanjutnya, suami pun bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan
mental istri untuk melahirkan. Harus diingat bahwa ini adalah saat
perjuangan hidup dan mati istri bagi keluarganya. Suami harus banyak
memberikan perhatian, dorongan, serta motivasi kepada istrinya
menghadapi masa sulit ini. Beberapa cara bisa ditempuh, seperti
mengikutkan istri ke dalam kelas pelatihan pranatal (pendidikan pra
kelahiran) yang banyak diselenggarakan di rumah sakit, hingga turut
menemani proses kelahiran itu sendiri.
Adalah satu hal yang sangat positif, jika suami bisa ikut hadir saat
proses kelahiran. Kehadiran suami ini, walau sekadar menemani, memegang
tangan istri dan membisikkan kata-kata penghibur kepada istri, akan
memberikan dorongan kekuatan mental ekstra bagi istri. Walaupun tak
dapat mengurangi rasa sakit, namun kekuatan mental yang diperoleh istri
akan membuatnya lebih kuat menahan sakit, yang pada akhirnya akan
mempermudah proses kelahiran.
Mengenai keterlibatan suami pada proses kelahiran yang sekarang
mulai banyak disadari orang ini, para ahli mengatakan bahwa selain
bermanfaat untuk istri, inipun bermanfaat bagi suami sendiri. Ketika
suami menyaksikan kesakitan yang diderita istri, perjuangan beratnya
melawan maut, maka kelak suami akan lebih mampu menghargai dan memahami
perasaan istrinya. Selain itu akan tumbuh perasaan khusus dalam hati
suami terhadap sang bayi, sehingga akan lebih mengakrabkan ikatan batin
antara ayah dan anak. Dan tentang rumor dampak negatif yang menyebutkan
bahwa kehadiran suami saat kelahiran dapat membuatnya impoten, itu
hanya kasus langka yang mungkin terjadi pada satu dari sejuta suami.
Kembali Ke Atas Go down
 
istri hamil jangan bengong
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Asyiknya emang rame2, tapi wajib jangan ditiru...
» Tangki BBM jangan diisi sampai penuh
» share lagu barat (tapi jangan metal :D)
» Gimana caranya jdi orang yg serius??
» kenalan.... :bengong:

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: KEDIRi Serba-serbi :: Kesehatan dan pola hidup-
Navigasi: